
Kawan saya memutuskan untuk tidak lagi ikut mengontrak di rumah yang kami tinggali saat ini dengan alasan tidak sanggup lagi untuk pulang balik ke kampus dari jarak sejauh itu. Padahal dia sendiri yang mengajak saya untuk ikut mengontrak sampai lulus di sana. Perabotan-perabotan pun juga sudah saya beli, seperti lemari, meja, kasur, rak buku, dan sebagainya.
Tapi karena itu sudah keputusannya, saya harus mencari kosan baru. Mencari kosan yang bagus, apalagi strategis sangatlah sulit karena mahasiswa pastinya berebut mencari kosan yang seperti itu. Selain itu harga kosan saat ini untuk sewa perbulan sekitar Rp 400 ribu - Rp 600 ribu. Itupun yang standar dan tidak terlalu dekat dengan kampus. Jika mau yang lebih bagus dan dekat kampus, harganya bisa mencapai Rp 700 ribu keatas.
Lalu, perabotan yang sudah saya beli ini juga mau diapakan? Jika dijual, rasanya sulit kalo mencari orang yang ingin membeli dengan harga yang pantas. Kalau dibuang, sayang banget maaannn! Kalau dikasih, gak relaaa! Aduh, semoga ada jalan keluarnya..

Saya penasaran mencoba mie goreng rasa rendang dari Indomie begitu iklannya diputar di televisi. Apakah rasa rendangnya tersebut benar-benar rasa rendang sebagaimana rasa rendang asli, atau rasa rendang-rendangan. Ketika saya melihat produknya sudah didisplay di Giant, saya langsung membeli mie goreng instan ini. Dan setelah saya coba… rasanya benar-benar seperti rasa rendang dan saya sangat puas dengan mie goreng ini.
Btw, saya juga tertarik dengan iklan mie goreng rasa rendang ini sendiri. Biasanya suatu produk makanan yang diadopsi dari masakan khas suatu daerah, iklannya pasti menonjolkan tentang daerah tersebut. Misalnya seperti rendang yang berasal dari Sumatera Barat. Namun di iklan Indomie ini, tidak ada sedikitpun sesuatu tentang Sumatera Barat ditampilkan. Saya berasumsi, mungkin Indomie telah menganggap rendang tidak lagi hanya sebatas masakan khas daerah Sumatera Barat, melainkan masakan yang telah umum dan nasional. Atau mungkin Indomie berusaha mencitrakan produk mie goreng rasa rendang ini tidak ekslusif hanya untuk masyarakat Sumatera Barat, melainkan untuk semua orang sehingga cakupan pasar pun akan semakin luas.